Aku
merindukan senyumanmu yang sebenarnya, bukan titik dua dan tutup kurung
Pesan singkat di WhatsApp messanger-ku, dari seseorang yang berarti
sekali bertahun-tahun lalu, membuatku mau tak mau memandang cermin ukuran badan
yang berada di kamar tidurku. Aku menatap diriku di sana; cantik, menarik,
dengan badan tinggi semampai, rambut ekor kuda dan senyum ceria. Aku
mengerjapkan mata, dan semuanya berubah menjadi; seorang wanita bertubuh
raksasa, gendut, jerawatan, dengan rambut Bob yang alih-alih modis untukku,
malah makin memperjelas wajah chubby
yang mengingatkan aku pada kartun favorite
murid-murid TK-ku, yeah, benar Dora The Explorer, hanya saja aku tak punya
sahabat seperti, Boots si monyet.






