Date a girl who reads

Date a girl who reads
Tampilkan postingan dengan label VOA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VOA. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2012

Espresso Book Machine: Mesin Pintar Pencetak Buku

Esspresso Book Machine


          Terinspirasi artikel VOA edisi 2 Juli 2012 yang berjudul Mulai Karier Menulis Dengan Mencetak Buku Sendiri dimana John Saul pada akhirnya menerbitkan bukunya yang nyaris berusia 40 tahun dengan menggunakan jasa toko Buku lokal Politics and Prose serta alat Esspresso Book Machine, bisa dibilang aku jatuh cinta pada alat praktis yang bisa menghasilkan sebuah buku dalam waktu yang kilat. Aku berpikir bahwa sebaiknya perusahaan percetakan, toko buku, perpustakaan, kampus dan bahkan sekolah di Indonesia harus memiliki mesin canggih ini. Espresso Book Machine bisa dioperasikan dengan mudah dan pelanggan bisa mencetak bukunya sendiri, hanya membawa file dalam format word yang kemudian diubah menjadi bentuk pdf, lalu bisa memilih desain cover seperti yang diinginkan dan voila siap dicetak!

Minggu, 29 Juli 2012

Jejak Maya Mereka yang Telah Tiada




Dia ada, tapi dalam jarak yang terbentang, jauh tapi tetap benderang.
 Ya. . . dialah orang yang paling kusayang
***
          Tidak banyak diantara kita yang mempersiapkan hati untuk sebuah kehilangan, seperti dalam kisah singkat ini.

          Mayang marah pada Lanang, pacarnya. Hari itu dia bête luar biasa dan memilih untuk ngambek, Lanang yang sedari tadi mencoba menenangkannya sama sekali tak diberi kesempatan untuk menjelaskan. Mayang paling bisa membungkam, memilih tak bicara, terdiam dan memposisikan diri seolah dia dia patung beku, tak ingin mendengarkan, memilih mengabaikan.
Lanang paling hafal adat keras Mayang dan dia memilih pergi, menghampiri scooter matic-nya lalu meninggalkan kos-kosan Mayang. Pada akhirnya Lanang memilih menyerah untuk saat ini dan mencoba ketika amarah Mayang melumer nanti.
          Di perjalanan, otak Lanang masih tak berhenti memikirkan penyebab dinginnya sikap Mayang. Tahu benar sikap cewek yang telah dipacarinya selama lima tahun ini, maka sambil menunggu lampu merah berubah menjadi hijau Lanang mengecek Twitternnya dan benar saja, apa yang tak sanggup diucapkan lidah Mayang maka akan dituliskannya di media sosial. Tahu apa yang ditulis oleh Mayang?
@Mayang
@Lanang sampai kapan kamu punya waktu buat aku?

          Lanang tersenyum, ternyata penyebab ngambeknya Mayang tak lebih karena dia tak punya waktu belakangan ini. Yah, Lanang terlampau sibuk mengurusi skripsi dan juga beberapa kegiatan dengan teman-temannya hingga pacarnya merasa diabaikan. Bermaksud menggoda pacarnya, Lanang meretweet dan mereply kicauan Mayang.
@Lanang
Sampai hari ini :P RT @Lanang sampai kapan kamu punya waktu buat aku?
          Namun siapa yang mengira apa yang dituliskannya menjadi kenyataan, baru saja Lanang memasukkan Smart Phone miliknya ke saku, sebuah hantaman keras dari arah berlawanan menimpanya, sebuah mobil yang melaju dalam kecepatan tinggi baru saja menabraknya. Lanang meninggal di tempat, Lanang tak sadar sibuk memainkan handphone-nya di jalan raya malah membawa petaka baginya.
(Based on true story dengan sedikit perubahan, nama menggunakan alias)
       
        Bisakah membayangkan bila kamu menjadi Mayang?

Sabtu, 14 Juli 2012

Para Putri Disney Mengajari Bahwa Kekuatan Menjadi Berani Datangnya Dari Hati

Para Putri Tak Harus Berkostum Superhero Untuk Terlihat Berani

The Little girl in me still wants to be a Disney princess. Terdengar silly dan terlalu drama, tapi memang begitulah keadaannya. Karena yeah para Putri Disney sungguh-sungguh membuatku takjub. Mereka istimewa; cantik, cerdas, anggun, wanita sejati, mendekati sempurna, dan singkatnya mereka menginspirasi hidupku.
Secara tidak langsung kisah-kisah indah Film Disney mengajariku banyak hal, dimulai dari “all our dreams can come true” hingga “everyone deserves a happy ending” membuatku percaya, bahwa jika sebuah dongeng mampu untuk mewujudkannya maka harusnya di dunia nyata, siapapun mampu mewujudkannya juga, karena ada kekuatan yang sangat besar yang setiap orang bisa miliki walau dia tak punya Fairy God Mother ataupun mantera-mantera penuh keajaiban. Tahukah kau apa? Jawabannya sederhana; cinta.

Selasa, 26 Juni 2012

Para Orang Tua Harus Membantu First Lady dan Disney untuk Memerangi Obesitas Pada Anak-anak


Sehat Versus Sampah! itu cuma soal pilihan

Pernah menonton film the Game Plan Produksi Disney? mungkin beberapa adegan dalam film ini memberi kita sedikit pelajaran.

Salah satu adegan
 di Film The Game Plan
Joe Kingman : “Tonight's Tuesday. We're going to carbo-load…Twenty-twenty-sixty ratio.”
Peyton Kelly : ”What?...“Hey, do you have any Jell-O? I want some Jell-O.”
Joe Kingman : “Like I said, please don't touch. …Fingerprints. I don't like fingerprints….Stand right here, don't do anything…I'm not giving you 28 grams of empty carbohydrates….We do not do simple sugar in this house.”
Peyton Kelly : “ But I'm a kid and kids love sugar. I mean, the simpler the better.”
Joe Kingman : “Well, my dad never let me have sugar.”
Peyton Kelly : “ Oh, is that why you never smile?”
Joe Kingman : “Mmm….Listen, you better eat your food…before it gets cold.
Peyton Kelly : “But it's as big as a mountain.”
Joe Kingman : “Listen, if you're going to make the pros, you have to get your appetite up. Let's go. Eat.”


            Sebuah obrolan di dapur saat sang ayah, Joe Kingman yang baru jadi “ayah” mendadak harus mempersiapkan makan malam keluarga. Sedikit lucu menurutku, mana kala Joe yang “cerewet” tentang kebersihan (bahkan dari sidik jari) harus kerepotan menghadapi si kecil Peyton yang seperti anak-anak pada umumnya tak bisa diam di tempat, apalagi saat Peyton mendadak meminta Jell-O, sesuatu yang tak mungkin ada di lemari es sang petarung lapangan Football.