Juni,
2011
Kejora
Pelajarannya adalah; jangan pernah
mengambil keputusan besar saat kamu sedang jatuh cinta! Itulah nasehat yang
seharusnya kuteriakkan pada diriku sendiri.
Sekarang
aku menatapnya, pria yang tadinya kupikir benar-benar kucintai, tapi mungkin
dia tak lebih dari sekedar obsesi. Kesalahan terbesarku adalah, yeah…kupikir
aku jatuh cinta, dan dengan cinta segalanya akan berubah menjadi indah.
“Kejora…”
Alfan memanggil namaku pelan, selalu begitu, lidahnya tak pernah terbiasa memanggilku
dengan sebutan lainnya, sewaktu-waktu kadang aku ingin dipanggil dengan kata
sayang.
Aku
menatapnya dengan malas, aku ingin merobek kertas seharga lima ribu Dollar,
hadiah ulang tahunnya untuknya, paket wisata mewah ke pulau Moyo, kami
memerlukan liburan, kami sudah bekerja terlalu keras selama ini, okay diralat…dia yang bekerja terlalu
keras, dan aku hanya terlalu lama menjadi pengangguran terselubung di sini, di
sebuah kecamatan kecil di suatu tempat yang lebih nyaman kusebut antah berantah,
di sini dokter gigi tak terlalu laku, kalah pamor dibanding tukang gigi.


