Date a girl who reads

Date a girl who reads
Tampilkan postingan dengan label Menulis. Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menulis. Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Desember 2013

Pelajaran Berharga dari 2013

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” Mengutip Surah Ar Rahmah yang selalu menguatkan hatiku. Hidup, aku menganggapnya sebagai sekolah yang sangat luas dengan guru yang kadang sangat tegas, memulainya dengan ujian lalu memberikan pelajaran. Kehidupan, sebuah berkah mulia yang sangat berharga.
***
            Di awal tahun aku memulainya dengan ... boleh ngaku betapa betenya aku? Liburanku rusak gegara banjir! Aku mengeluh dan tidak merasa malu pada korban banjir atau korban bencana alam yang lebih parah. Tapi, sekarang aku sadar bahwa aku ... yeah, balik ke kosan lebih awal dan memutuskan menyelesaikan ‘liburan’ adalah langkah bijaksana. Aku menyelesaikan tugas sekolah dan novel si Del (Love for Spacious Skies) di bulan Januari akhirnya terbit sebentar lagi. Baiklah kurang dari seminggu lalu aku juga mengeluh, yeah sebut aku tukang mengeluh tapi aku harus jujur bahwa aku iri setengah mati pada mereka semua yang pergi berlibur. Orang lain sudah berlibur sementara aku berkutat dengan nilai, raport dan try out! Dan seperti yang sudah-sudah aku menyalahkan diri sendiri karena ‘Citra! Kenapa nggak nabung buat liburan?’ hey! Masalah finansialku (memang) berantakan karena yeah ...okay, tidak ada yang bisa disalahkan tapi setidaknya aku tidak seperti si Rebecca Bloomwood (tapi Rebecca dapat si Luke Brandon, yak? Hiks) Tidak ada liburan karena harga satu tiket pesawat sudah kutukar dengan beberapa buku bagus yang  membuatku tidak hanya mendatangi satu tempat tapi membuatku mendatangi beberapa kehidupan. Sebut aku payah atau apapun terserah anda. Setidaknya, di akhir tahun aku sudah ‘punya pulau pribadi’, menghadapi badai di laut, juga tersesat di tempat yang banyak warna hijau dan birunya serta memiliki matahari hangat juga angin yang segar. Itu lebih dari cukup dan aku bersyukur—syukur mencukupkan segalanya dan juga membahagiakan. Percayalah!
            Dulu, ketika memasuki 2013 aku nyiapin stoplesà mangkuk keramik etnikà kotak gede bikinan sendiri yang ada gambar kerennya (ketauan banget yak akunya labil) buat diisi dengan kesyukuran-kesyukuran kecil di setiap hari, yang akhirnya ... Si stoples diisi gula, si mangkuk keramik diisi receh, si kotak gede diisi resi, kwitansi, struk belanja sama surat-surat (tapi ga ada surat cintanya, fiuh) Bukan berarti aku nggak bersyukur tapi, aku cuma males (boleh beralasan?nggak!) tapi, aku masih ingat banyak hal yang harus disyukuri. Aku mau menulis beberapa hal yang patut aku syukuri di tahun ini.

Kamis, 28 November 2013

Menjadi Nekaders J50K


Gambar: di sini
Apa itu Menulis?
gambar:  di sini

Menulis berarti ambil pulpen dan kertas lalu keluarkan saja semua yang diteriakan otak atau jika kamu bukan tipe konvensional kamu akan menghadap layar canggihmu dan mulai memerintahkan jari-jarimu mengikuti panduan komando pasien skizophrenia yang mulai menggila di dalam pikiranmu. Menulis? kamu bisa definisikan semaumu!
          Aku menulis karena suka membaca, terlalu banyak membaca membuat aku jatuh cinta pada kata-kata. Menulis kutipan pada awalnya lalu menjadikan kutipan itu semacam tulisan (yang hanya tulisan) Aku biasa menulis apa yang otakku katakan, ditengah kebosananku di ruang kelas. Aku menulis ketika menunggu dan tak ada buku untuk dibaca sebagai partnerku untuk membunuh waktu. Aku menulis untuk memahami perasaanku. Aku menulis untuk kata-kata yang tak ingin kukatakan ketika berbicara. Menulis adalah kegiatan melarikan diri dari realita yang bisa sangat berbahaya, karena ya ampun menulis telah menjebakku dalam cinta dan menulis telah menjadi ritual wajib tiap hariku. Aku menulis tanpa pernah tahu bahwa menulis juga seperti Fisika perlu rumus. Selain itu, menulis memili teori-teori dan aturan, tapi ....aku percaya aku bisa langsung menulis saja dan belajar teknik menulisnya bisa kulakukan sambil (terus) menulis.

Jadi Nekaders di J50K
                Nyaris dua tahun lalu di penghujung Desember saat aku dipaksa (diri sendiri) untuk menuruti nyaliku. Okay, aku tidak punya ilmunya tapi punya nyalinya. Dalam tempo tiga puluh satu hari harus menghasilkan 50.000 kata dalam bentuk fiksi! Sejujurnya harus kukatakan itu agak nekat dan bukankah itulah kenapa para peserta J50K disebut nekaders? Sebelumnya aku sudah mulai menulis, tapi menulis yang hanya mengikuti hatiku dan jika mendapat pembaca apalagi apresiasi yeah itu menjadi bonus yang bikin happy! Jadi, ketika melihat tentang ajang menulis ini ya ampun aku harus ikutan! Kapan lagi menantang diri sendiri untuk melakukan hal yang benar-benar aku sukai?
Mau tak mau aku harus bilang bagaimana awal aku menjebak diri dalam hobi menulis. Yeah, di mulai di awal tahun 2010 ketika aku harus berada di tempat baru yang, bisakah kamu bayangkan! Tidak ada perpustakaan, tidak ada toko buku juga rental buku, yang ada hanya sekardus buku lamaku yang tersisa (sebagian besar koleksi bukuku terendam banjir dan sedikit yang lebih beruntung berada di tangan mereka-mereka yang meminjam dan entah lupa apa tidak tapi tak pernah mengembalikan) Betapa menyiksanya tak memiliki sesuatu untuk dibaca, hingga ....karena tidak ada yang bisa dibaca maka aku menuliskan sesuatu untukku baca! Dan yeah aku mulai menulis kisah-kisah sederhana yang ingin kubaca, kedengaran silly kan? Sesuai dengan apa yang kukatakan di bawah header blog-ku! I want to be that quirky girl who writes silly stories that still have meaning. Ternyata apa yang kutuliskan, yeah not too shabby. Beberapa orang membaca tulisanku dan setelahnya mereka jadi temanku. Beberapa tulisanku dapat label HL dari Kompasiana yang pada jaman itu kayaknya keren banget hehehe, dan mari kembali lagi ke ajang J50K, ketika sedang asyik menulis dan kebut-kebutan untuk menambah jumlah angka. Kan, kita sering berbagi info di page J50K, ada postingan tentang info tentang lomba menulis “Berfantasi Tidak Dilarang” jadilah aku mengikutkan sebuah novelku dan tanpa disangka, jadi juara satu dan terbit di akhir tahun lalu. Judulnya Confession of a Silly Drama Queen! Tapi pada saat itu ada kejadian kurang menyenangkan dan beberapa tulisanku di blog jadi korbat plagiat, tapi tak apalah....kreativitasnya tetap milikku dan si plagiat cuma dapat kepuasan palsu.