Gambar: di sini
Bagaimana kau tahu itu adalah cinta? Ada
kupu-kupu dalam perutmu yang beterbangan ataukah sebuah goresan di hati saat
kau tahu sudah terlalu lambat untuk menyadari?
***
Akan
lebih mudah jika kami hanya bercanda lalu tertawa lepas.Tapi sekarang, hanya
dengan menatap matanya aku menjadi lemas. Ekspresiku berubah menjadi memelas
dan yang tak bisa kujelaskan hanya dengan memikirkannya membuatku cemas.
“Itulah kenapa aku sangat
menyayangimu!” Tawanya renyah.
Sayang, andai sayang hanya sayang,
bukan desakan hasrat untuk memilikinya sampai mati.
“Kamu tak menyayangiku?” dia
merajuk, aku hanya mengangguk.
“Okay, baiklah. Sampai bertemu
besok.” Aku pamit tanpa menatap wajahnya. Pintu itu tertutup dan aku
menyesalinya.
***













