Date a girl who reads

Date a girl who reads

Jumat, 02 Desember 2011

Sunrise on the Rooftop



Venus
            Seandainya aku diberi kesempatan kedua, memilih kehidupan lainnya yang lebih berarti yang lebih pantas kujalani, bukan hidup yang kubenci seperti ini… tapi sudahlah! Tak bisa berharap terlalu tinggi, logikaku percaya, tak ada reinkarnasi, tak ada hidup di dunia yang sama lagi setelah mati…

Mars
            Tak sabar untuk melepas kontrak hidupku, tapi bila, kematian itu tak segera datang padaku, maka aku yang akan datang menjemput kematian itu…

***
Aurora
            Seperti adegan lambat dalam film hitam putih, aku tahu mimpi itu datang lagi, bercerita tentang sepasang kekasih, keduanya pucat pasi seperti Zombie, tapi  juga serupawan malaikat bersayap peri. Keduanya tak bicara, diam tanpa kata, hanya saling menatap, kedua mata mereka seperti mencoba memahami tentang misteri hidup ini, mereka menjemput mati untuk memahami arti hidup yang mereka lepas kini, bunuh diri, melompat dari gedung yang sangat tinggi, keduanya berpelukan erat, walau tergeletak  tanpa nyawa di jalan raya, walau raga mereka telah remuk rusak.
        Sekarang, ada warna lain di sana, merah darah yang menyilaukan mata dan membuatku terjaga, rupanya cahaya mentari telalu masuk melalui celah jendela, tiba saatnya mengucapkan selamat  pagi pada dunia.

Andromeda
            Kadang aku tertidur dalam terjaga, kadang aku seperti duduk di depan layar raksasa yang mulai bercerita tentang dia…entah siapa, seorang pria muda pembenci dunia fana, yang menganggap hidup tak lebih dari arena menciptakan dosa, yang menganggap hukuman Tuhan membuang  Adam-Hawa ke dunia malah membuat umat manusia semakin kecanduat membuat dosa, bahkan yang jauh lebih parah, dia seorang pria muda yang terlalu kecewa akan cobaan hidup yang menimpanya, mencintai gadis yang tak boleh dicintainya, seorang saudara yang harus terpisah karena perbuatan tercela masa lalu kedua orang tua yang terlanjur berdosa. Akhir tragis untuk kisah cinta dua remaja, keduanya tak bisa berada di dunia nyata, memilih mati tapi tak juga diterima di dunia sana, sebuah usaha yang sia-sia.

***
Gianna
        Strata sosial terendah dari kehidupan SMA yang memuakkan adalah kelompok pecundang, dan seorang penggila sihir sepertiku termasuk di dalamnya, mereka pikir aku fans berat Harry Potter, aku bahkan bisa mengubah mereka jadi kodok bila kumau, tapi tak kulakukan karena sihirku bukanlah untuk hal sekeji itu, walau kadang aku tak bisa menahan diri dari godaan untuk membuat si Putri Plastik Aurora jadi si buruk rupa, agar dia tidak terlalu bertingkah, dia boleh jadi ratu yang anggun dan manis di sekolah tapi percayalah jiwanya seperti jiwa pemuja setan, dan pacar tampannya tak jauh berbeda, Andromeda, kapten basket sekolah yang mengalami retardasi mental, dia seperti mutant menjijikan, keduanya memperlakukan para pecundang sekolah sepertiku tak jauh lebih baik daripada perlakuannya terhadap seekor serangga. Tak masalah jika aku membalasnya,kan?
        Kukirimkan mimpi-mimpi, bukan untuk menakuti tapi agar tubuh mereka memahami jiwa baru yang akan mengisi saat jiwa mereka nantinya pergi, ada jiwa-jiwa tersesat yang membutuhkan raga, dan ada jiwa-jiwa yang sebaiknya berkeliaran tanpa arah, karma atas segala perbuatan mereka.
        Hallowen Party, seperti malam ini, di atap tertinggi gedung tempat tragedi bunuh diri sepasang kekasih; Venus dan Mars, tanpa tahu malu semua datang ke pestaku tapi tak mengacuhkanku, kurasa memang tak perlu, karena malam ini aku akan akan menjalankan misiku, kukeluarkan kedua jiwa iblis dari raga sempurna milik Aurora dan Andromeda, dan akan akan kuhadiahkan raga untuk jiwa gundah yang tak punya alam nyata.
        Ketika hantu, iblis, setan berpesta, manusia juga ikut merayakannya, dalam kostum ngeri, kostum trendy, kostum sexy, manusia atau hantu siapa peduli, kuterbangkan mantra kala kesadaran para manusia terhipnotis musik yang memabukkan dan voila! Welcome back Venus-Mars and hasta la vista Aurora -Andromeda, takkan ada yang menyadarinya, sampai mentari terbit saat pesta harus dibubarkan, takkan pernah ada yang menyadari bahwa ada yang pergi dan ada yang kembali.

3 komentar:

  1. citra sukss follownya...
    saran gaya tulisannya sudah bgs hanya sdikit kesulitan dalm membaca artkelnya
    http://pemikir-cerdas.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. fajar-->sulit gara2 fontx yak?thx udah mengingatkan n udah baca, salam hangat sukses selalu yak


    pola-->thx a lot

    BalasHapus