Date a girl who reads

Date a girl who reads

Minggu, 08 Februari 2015

[Review] Queen of Dreams: Menjual Bakat Membaca Mimpi Demi Cinta Di Dunia Nyata




Judul Buku                              : Queen of Dreams (Ratu Mimpi)
Jenis Buku                               : Fiksi
Penulis                                    : Chitra Banerjee Divakaruni
Alih Bahasa                             : Gita Yuliani K
Desain dan Ilustrasi Cover      : Satya Utama Jadi
Penerbit                                   : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan                                   : I Agustus 2014
Tebal                                       : 400 halaman
ISBN                                       : 978-979-22-7395-3

                Rakhi, seorang seniman dan ibu muda yang tinggal di Barkeley, California, berusaha mempertahankan hubungan dengan keluarganya, serta dengan dunia yang sedang berubah dengan cepatnya.
            Ibunya peramal mimpi yang terlahir dengan bakat untuk merasakan dan menafsirkan mimpi-mimpi orang lain, serta untuk membimbing mereka menjalani nasib yang telah digariskan. Rakhi terpesona pada bakat ibunya ini, namun juga merasa terasing dari masa lalu ibunya di India, serta dunia mimpi yang dihuni sang ibu.
            Rakhi merasa terperangkap dalam beban rahasia pribadinya sendiri, dan penghiburannya datang setelah kematian ibunya, ketika dia menemukan catatan mimpi-mimpi sang ibu yang membukakan pintu menuju masa lalu yang telah lama tertutup.
***
            Secara alamiah manusia selalu ingin mengetahui asal-usulnya, sejarahnya. Kenapa keluarganya meninggalkan India untuk hidup di Amerika. Ada apa dengan India? Ibunya hanya mengisahkan India sebagai negeri latar dari dongeng-dongeng sebelum tidur untuknya yang menurutnya misterius, semisterius dengan bakat yang membuat Rakhi terpesona karena ibunya bisa membaca mimpi.
            Seiring berjalannya waktu Rakhi dewasa memahami bahwa dia dan ibunya tidaklah sama, mereka melalui jalan yang berbeda, walau di masa kecil betapa Rakhi begitu menginginkan untuk diwariskan bakat sang ibu. Ibunya seorang pembaca mimpi dan Rakhi memilih menjadi pelukis, ibunya menatap masa depan dan Rakhi mencoba memelihara masa lalu.
            Secara keseluruhan aku tidak mau berbicara banyak tentang bagaimana Rakhi harus menerima kenyataan pahit perkawinannya yang gagal dengan Sonny dan bahwa putri dan ibunya jauh lebih menyayangi Sonny dibanding dirinya. Bagaimana kematian sang ibu secara tiba-tiba membuatnya menyalahkan ayahnya yang tanpa disangka di saat itulah mereka mulai menerjemahkan jurnal mimpi milik sang ibu- rahasia yang sedari lama ingin Rakhi ketahui. Bagaimana masa lalu ayahnya di Calcutta, serta apa yang harus dibayar sang ibu demi cintanya pada ayah Rakhi; ibunya menjual kemampuan membaca mimpinya demi untuk hidup dengan dia yang dicintainya.

            Sejujurnya aku menyukai cara Chitra Banerjee Divakaruni bercerita walau alurnya begitu lambat dan kadang membuat nyaris bosan. Hanya saja rangkaian kata yang dia gunakan begitu indah dan aku sangat menyukai kata-kata indah darinya. Beberapa kalimat indah darinya adalah sebagai berikut:
  • Cara terbaik untuk mencintai orang  adalah dengan tidak membutuhkan mereka. Itulah cinta yang paling murni.
  • Mustahil membuktikan cintamu kepada orang yang meragukannya.
  • Yang paling kau cintai, justru yang paling sedikit akan kau tolong. Kau akan dikalahkan oleh kesatuan darahmu.
  • Mimpi seperti layang-layang yang dilepaskan  dari asalnya, bebas dari benang kaca perasaan bersalah.
  • Kau harus menemukan sesuatu- atau seseorang- yang lain untuk dicintai. Kalau tidak kau akan gila.
  • Jangan menyerah. Mimpi ini bukan obat tapi suatu cara. Dengarkan kemana impiu bisa mengantarmu.
  • Satu masa hidup terlalu sedikit untuk dibagi antara dunia luar dan dunia batin, dunia siang dan dunia bayangan.
  • Orang-orang suka pada misteri. Kalau tidak ada misteri maka mereka akan menciptakannya.
  • Kalau masih dekat di depan mata, sangat mustahil membaca arah tindakan diri sendiri-mana arah yang benar, mana arah yang menuju kesedihan.
  • Kecuali bahwa apa yang kucintai adalah citra yang kulukis di depan mataku agar aku tak usah melihat.

            Novel ini menarik, novel ini indah, novel ini tentang kebimbangan diri seorang Rakhi dan yang jelas baik Rakhi maupun ibunya mewakili kisah ibu-anak yang berbeda dari tema yang serupa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar